Webinar Blue Carbon Series #4 Bahas Peran Penginderaan Jauh dalam Mendukung Aksi Iklim Nasional

📍 Tanjungpinang  |  đź“… Selasa, 27 Oktober 2026  |  👥 61 Peserta Virtual
Diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, FIKP UMRAH

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), kembali menyelenggarakan Webinar Blue Carbon Series ke-4 dengan tema “Dari Citra Satelit ke Aksi Iklim: Peran Penginderaan Jauh dalam Penguatan Karbon Biru Nasional”.

Pembukaan dan Latar Belakang Kegiatan

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan I FIKP UMRAH, Dr. Muzahar, S.Pi., M.Si. Dalam pembukaannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya akademisi untuk memperkuat pemahaman mengenai peran teknologi dan ilmu pengetahuan dalam mendukung pengelolaan ekosistem pesisir serta penguatan agenda karbon biru di Indonesia.

Narasumber

Prof. Dr. Pramaditya Wicaksono, S.Si., M.Sc.

Departemen Sains Informasi Geografis, Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada (UGM)

Moderator: Dr. Diana Azizah

Dari Citra Satelit ke Aksi Iklim

Dalam pemaparannya yang bertajuk “From Satellite to Climate Action: Remote Sensing for Supporting National Blue Carbon”, Prof. Pramaditya menjelaskan pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk pemetaan habitat bentik dan padang lamun, serta pengukuran potensi karbon yang tersimpan dalam ekosistem tersebut.

Penginderaan jauh melalui citra satelit, yang dipadukan dengan survei lapangan dan analisis data, memungkinkan pemetaan ekosistem pesisir dilakukan secara lebih sistematis. Pendekatan ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi sebaran habitat, mengestimasi tutupan padang lamun, serta mengembangkan pemetaan biomassa dan cadangan karbon.

đź’ˇ Kunci Pemaparan: Kualitas data lapangan, pemilihan metode pemetaan, dan pengujian akurasi hasil analisis sangat menentukan. Pemantauan berkala diperlukan untuk memahami dinamika ekosistem padang lamun sebagai dasar pengambilan keputusan.

Relevansi bagi Kebijakan Karbon Biru Nasional

Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh menjadi semakin relevan dalam mendukung pengembangan data karbon biru nasional. Ketersediaan data yang terstandar dan dapat dibandingkan dapat membantu memperkuat pemantauan ekosistem pesisir, mendukung perencanaan konservasi, serta menyediakan informasi ilmiah bagi pengembangan kebijakan iklim.

Komitmen terhadap SDGs

Pelaksanaan Webinar Blue Carbon Series ke-4 sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya:

SDG 13 — Penanganan Perubahan Iklim SDG 14 — Ekosistem Lautan SDG 17 — Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Melalui penguatan pemetaan, pemantauan, dan konservasi ekosistem pesisir — termasuk padang lamun sebagai salah satu ekosistem penyerap dan penyimpan karbon biru — kegiatan ini juga mendorong kolaborasi akademik dan riset lintas perguruan tinggi.

Harapan ke Depan

Melalui rangkaian Webinar Blue Carbon Series, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FIKP UMRAH berharap dapat terus memperluas wawasan akademik, memperkuat jejaring kolaborasi, dan mendorong pengembangan riset karbon biru yang relevan dengan karakteristik wilayah kepulauan.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi terbangunnya kolaborasi riset yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menyediakan dasar ilmiah bagi pengelolaan ekosistem pesisir dan pencapaian target iklim nasional.

Scroll to Top