Dompak, 3 Oktober 2026 – Belajar tentang laut tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Sebanyak 85 mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) turun langsung ke lapangan dalam kegiatan Praktikum Terpadu di kawasan pesisir dan perairan Dompak, Tanjungpinang, Sabtu (3/10/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan pada dua lokasi utama, yaitu Pantai Pasir Putih Dompak dan kawasan perairan di depan Kampus UMRAH Dompak. Menariknya, kegiatan pengamatan perairan juga memanfaatkan Kapal Riset UMRAH “Elang Laut 1” sebagai sarana pembelajaran dan pengambilan data di wilayah perairan terbuka.

Kehadiran Elang Laut 1 memberikan pengalaman berbeda bagi mahasiswa. Kapal riset tersebut tidak hanya menjadi sarana mobilitas menuju lokasi pengamatan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan yang memungkinkan mahasiswa melakukan pengamatan dan pengambilan data secara langsung di perairan.


Empat Mata Kuliah dalam Satu Praktikum

Praktikum terpadu ini mengintegrasikan empat mata kuliah utama, yaitu:

  • Planktonologi dan Bentologi
  • Produktivitas Perairan
  • Pencemaran Perairan dan Pengelolaan Limbah
  • Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Konsep integrasi dirancang agar mahasiswa tidak memandang setiap mata kuliah sebagai bidang yang berdiri sendiri. Berbagai komponen ekosistem perairan yang diamati di lapangan kemudian dikaitkan untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai kondisi lingkungan perairan.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengamati berbagai aspek perairan, mulai dari karakteristik lingkungan, keberadaan plankton dan organisme bentik, produktivitas perairan, hingga indikasi kondisi lingkungan yang berkaitan dengan pencemaran dan pengelolaan wilayah pesisir.

Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada tahap mengambil data, tetapi juga memahami hubungan antarkomponen ekosistem, mengolah hasil pengamatan, serta menarik interpretasi berdasarkan kondisi perairan yang dijumpai secara langsung.

“Integrasi ini mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengambil data, tetapi juga memahami hubungan antarkomponen ekosistem secara holistik.”

Elang Laut 1, Laboratorium Terapung Mahasiswa MSP

Salah satu pengalaman yang menjadi daya tarik dalam praktikum terpadu kali ini adalah penggunaan Kapal Riset UMRAH “Elang Laut 1”.

Dengan berlayar langsung menuju wilayah perairan di sekitar Dompak, mahasiswa mendapatkan pengalaman melakukan kegiatan lapangan yang selama ini dipelajari melalui teori dan simulasi di ruang kelas. Aktivitas di atas kapal memperkenalkan mahasiswa pada situasi nyata dalam kegiatan survei dan pengamatan sumber daya perairan.

“Elang Laut 1” menjadi semacam laboratorium terapung, tempat mahasiswa belajar membaca kondisi perairan melalui data dan pengamatan langsung. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membangun keterampilan teknis sekaligus kemampuan analitis mahasiswa dalam memahami dinamika ekosistem perairan.

Penggunaan kapal riset juga memperkuat pemanfaatan fasilitas akademik dan riset UMRAH untuk mendukung pembelajaran yang berbasis pengalaman (experiential learning), khususnya pada bidang ilmu yang berkaitan erat dengan wilayah pesisir dan laut.

Melibatkan Tiga Generasi Mahasiswa

Kegiatan praktikum terpadu ini menjadi semakin menarik karena mempertumukan 85 mahasiswa dari tiga angkatan, yaitu mahasiswa angkatan 2023, 2024, dan 2025.

Keterlibatan mahasiswa lintas angkatan menciptakan suasana pembelajaran yang kolaboratif. Mahasiswa dapat saling berbagi pengalaman, berdiskusi selama kegiatan lapangan, serta membangun komunikasi akademik dalam satu ruang pembelajaran yang sama.

Seluruh rangkaian kegiatan didampingi oleh Ketua Jurusan Manajemen Perikanan bersama dosen-dosen pengampu mata kuliah. Pendampingan tersebut memastikan proses praktikum berjalan secara terarah, mulai dari persiapan pengamatan, pengambilan data, hingga interpretasi hasil kegiatan.

Bagi mahasiswa, interaksi langsung dengan dosen di lapangan juga memberikan ruang untuk memperoleh penjelasan kontekstual terhadap berbagai fenomena yang ditemukan selama praktikum.


Dari Data Lapangan Menuju Pemahaman Pengelolaan Perairan

Praktikum terpadu tidak hanya diarahkan untuk memenuhi capaian pembelajaran mata kuliah, tetapi juga untuk membentuk cara berpikir mahasiswa sebagai calon pengelola sumber daya perairan.

Kondisi suatu perairan tidak dapat dipahami hanya melalui satu parameter atau satu kelompok organisme. Kualitas lingkungan, produktivitas, plankton, bentos, pencemaran, serta aktivitas manusia merupakan bagian yang saling berkaitan dalam membentuk kondisi ekosistem pesisir.

Karena itu, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar melihat persoalan perairan secara holistik dan berbasis data. Hasil pengamatan lapangan dapat menjadi bahan untuk mendukung proses analisis, diskusi, dan pembelajaran pada masing-masing mata kuliah.

Pendekatan tersebut juga sejalan dengan semangat Outcome-Based Education (OBE) yang menekankan ketercapaian kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar yang relevan dan kontekstual.

Praktikum Terpadu dan Kontribusinya terhadap SDGs

Pelaksanaan Praktikum Terpadu MSP juga memiliki keterkaitan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam membangun pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kesadaran terhadap keberlanjutan ekosistem perairan:

  • SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) – Melalui pembelajaran berbasis pengalaman, penguatan keterampilan praktis, kemampuan analisis data, serta pembelajaran yang berlangsung di lingkungan nyata.
  • SDG 6: Clean Water and Sanitation – Melalui pembelajaran mengenai kualitas lingkungan perairan dan mitigasi pencemaran.
  • SDG 13: Climate Action – Dalam konteks peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap perubahan dan dinamika lingkungan pesisir yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya perairan secara berkelanjutan.
  • SDG 14: Life Below Water (Ekosistem Lautan) – Melalui pengamatan plankton, bentos, produktivitas perairan, kondisi lingkungan, serta aspek pencemaran dan pengelolaan pesisir.

Dengan demikian, praktikum tidak hanya menjadi aktivitas akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menanamkan literasi lingkungan dan perspektif pembangunan berkelanjutan kepada mahasiswa.

Belajar dari Laut untuk Masa Depan Pesisir

Melalui Praktikum Terpadu ini, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan UMRAH menunjukkan bahwa pembelajaran kelautan dapat dikembangkan melalui pengalaman langsung di lapangan dengan memanfaatkan lingkungan pesisir sebagai ruang belajar dan kapal riset sebagai sarana pendukung penelitian.

Dari Pantai Pasir Putih Dompak hingga perairan terbuka bersama Elang Laut 1, mahasiswa belajar bahwa laut bukan sekadar objek kajian, melainkan ruang kehidupan yang membutuhkan pemahaman ilmiah, pengelolaan yang tepat, dan komitmen terhadap keberlanjutan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa MSP dalam melakukan pengamatan, pengambilan data, analisis, dan pengelolaan sumber daya perairan, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu yang dipelajari hari ini memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut di masa depan.