UMRAH Kembangkan Rumah Semai Mangrove dengan Modul Semai Apung, Mahasiswa Singapore Polytechnic Lakukan Kunjungan Edukatif

Tanjungpinang, 5 Oktober 2026 — Upaya penguatan edukasi dan konservasi ekosistem pesisir terus dikembangkan di lingkungan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Salah satunya melalui pembangunan Rumah Semai Mangrove dengan Modul Semai Apung di kawasan Kampus UMRAH Dompak, Tanjungpinang.

Rumah semai ini dikembangkan sebagai ruang pembelajaran sekaligus fasilitas pendukung dalam proses pembibitan, pemeliharaan, dan edukasi mangrove. Kehadirannya secara khusus bertujuan untuk memperkenalkan teknik pembibitan yang adaptif terhadap karakteristik lingkungan pesisir dan kepulauan.

Inovasi Modul Semai Apung dan Living Laboratory

Konsep modul semai apung menjadi salah satu bagian menarik dari pengembangan rumah semai tersebut. Modul ini dirancang untuk mendukung proses persemaian mangrove pada lingkungan perairan, sekaligus menjadi media pembelajaran mengenai bagaimana teknologi sederhana dapat dikembangkan untuk mendukung rehabilitasi ekosistem mangrove.

Kehadiran fasilitas ini tidak hanya diarahkan sebagai tempat persemaian, tetapi juga sebagai living laboratory bagi sivitas akademika. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk:

  • Kegiatan praktikum dan penelitian
  • Pengabdian kepada masyarakat
  • Pembelajaran berbasis pengalaman yang mengintegrasikan aspek ekologi, teknologi, dan pengelolaan sumber daya pesisir

Kunjungan Edukatif Mahasiswa Singapore Polytechnic

Momentum pengembangan fasilitas tersebut semakin bermakna dengan adanya kunjungan mahasiswa Nanyang Polytechnic of Singapore ke Kampus UMRAH Dompak pada Senin, 5 Oktober 2026. Dalam kunjungan ini, para mahasiswa diperkenalkan dengan berbagai upaya UMRAH dalam mendukung pengelolaan ekosistem pesisir.

Kunjungan ini menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar-mahasiswa kedua institusi, khususnya dalam melihat persoalan lingkungan pesisir dari perspektif berbeda. Mahasiswa Nanyang Polytechnic of Singapore juga berkesempatan mengenal lebih dekat karakteristik ekosistem mangrove di wilayah Kepulauan Riau serta pendekatan keberlanjutan yang dapat diterapkan.

Wadah Kolaborasi dan Dukungan Terhadap SDGs

Melalui kegiatan ini, Rumah Semai Mangrove UMRAH diharapkan tidak hanya menjadi tempat menghasilkan bibit mangrove, tetapi juga ruang edukasi dan kolaborasi yang mempertemukan mahasiswa, dosen, peneliti, masyarakat, hingga mitra internasional.

Pengembangan fasilitas ini sekaligus memperkuat posisi UMRAH sebagai perguruan tinggi yang fokus pada isu kemaritiman, perubahan iklim, konservasi pesisir, dan pembangunan berkelanjutan. Mangrove sendiri memiliki peran vital sebagai:

  • Habitat biota laut dan pesisir
  • Pelindung garis pantai dari abrasi
  • Penyimpan karbon (carbon sink)
  • Bagian dari upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim

Langkah ini sejalan dengan komitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:

  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
  • SDG 14: Ekosistem Lautan
  • SDG 15: Ekosistem Daratan
  • SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Melalui perpaduan antara inovasi teknologi sederhana, pendidikan, penelitian, konservasi, dan kolaborasi internasional, Rumah Semai Mangrove UMRAH diharapkan dapat terus berkembang menjadi pusat pembelajaran ekosistem pesisir yang memberikan manfaat nyata bagi akademisi dan masyarakat.

“Dari kampus untuk pesisir, dari pembibitan untuk keberlanjutan.”

Scroll to Top