
Pengelolaan Sumberdaya Perairan Pesisir, Pulau โ Pulau Kecil
Pengelolaan Sumberdaya Perairan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K)
Exploring, Modeling, and Managing Coastal Ecosystems
Wilayah Fokus Riset:
Studi biodiversitas dan kesehatan Mangrove, Lamun, Terumbu Karang, serta Estuari.
Analisis kesesuaian kawasan untuk Ekowisata, Konservasi, dan Rehabilitasi.
Studi kerentanan dan model mitigasi bencana di wilayah pesisir dan pulau kecil.
Pengembangan masyarakat dalam pengelolaan sumberdaya dan kawasan pesisir.
๐ก Tahukah Kamu?
Pulau-pulau kecil memiliki tingkat kerentanan yang tinggi namun menyimpan potensi ekonomi biru yang luar biasa. Di P4K, kita belajar cara menyeimbangkan perlindungan alam dengan kesejahteraan masyarakat!
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN – UMRAH

Produktivitas dan Lingkungan Perairan
Produktivitas dan Lingkungan Perairan (PROLINK)
Monitoring, Modeling, and Restoring Aquatic Productivity
Wilayah Fokus Riset:
Kajian sebaran nutrien, plankton, dan benthos sebagai pembentuk biomassa perairan.
Isolasi bakteri dan fungi indigenous untuk penanggulangan pencemaran limbah antropogenik.
Pengembangan model dinamika nutrien dan sistem monitoring pengendalian eutrofikasi.
Penerapan metode berbasis bioteknologi untuk keberlanjutan ekosistem pesisir.
๐ก Tahukah Kamu?
Di PROLINK, kita bisa memanfaatkan mikroorganisme asli perairan (bakteri lokal) sebagai “pembersih alami” untuk mengatasi limbah cair. Teknologi ini jauh lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan!
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN – UMRAH

Ekobiologi dan Konservasi Sumberdaya Akuatik
Ekobiologi dan Konservasi Sumber Daya Akuatik (EKSA)
Integrating Ecology and Biology for Sustainable Aquatic Life
Wilayah Fokus Riset:
Studi struktur fungsi ekosistem serta pemantauan spesies indikator air tawar & laut.
Penerapan DNA Barcoding dan eDNA untuk pelacakan spesies invasif & langka.
Strategi restorasi habitat dan perlindungan spesies akuatik yang dilindungi.
Kajian stok ikan dan pengelolaan sumber daya perikanan yang bertanggung jawab.
๐ก Tahukah Kamu?
Di EKSA, kita bisa mendeteksi keberadaan spesies langka atau invasif tanpa harus melihat hewannya langsung! Melalui teknologi eDNA, kita cukup menganalisis jejak genetik yang tertinggal di dalam sampel air. Canggih, bukan?
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN – UMRAH
