Praktikum Terpadu Mahasiswa MSP UMRAH di Pantai Sakera: Integrasikan Pembelajaran Lapangan dan Penguatan Kompetensi Kelautan
Bintan, 9 Mei 2026 – Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Jurusan Manajemen Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melaksanakan kegiatan Praktikum Terpadu di Pantai Sakera, Kabupaten Bintan, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa melalui pembelajaran berbasis lapangan yang mengintegrasikan berbagai mata kuliah praktikum dalam satu kegiatan terpadu.
Praktikum ini melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan dengan fokus pada penguatan keterampilan teknis, kemampuan observasi lapangan, serta pemahaman terhadap kondisi ekosistem perairan pesisir secara langsung. Empat mata kuliah praktikum yang terintegrasi dalam kegiatan tersebut meliputi Avertebrata Air, Kualitas Air dan Mikrobiologi Perairan, Konservasi Sumberdaya Hayati Perairan, serta Ilmu Tumbuhan Air dan Makroalga.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan pengamatan dan pengambilan sampel biota perairan, identifikasi organisme akuatik, pengukuran parameter kualitas air, serta inventarisasi vegetasi pesisir dan makroalga yang ditemukan di lokasi penelitian. Kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan teori yang telah diperoleh di ruang kuliah ke dalam kondisi nyata di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar melakukan pengukuran dan identifikasi, tetapi juga memahami bagaimana kondisi lingkungan memengaruhi keberadaan dan keberlanjutan sumberdaya perairan. Pendekatan terpadu ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi akademik sekaligus keterampilan profesional mahasiswa.”
Sekretaris Jurusan Manajemen Perikanan, Bapak Tri Apriadi, S.Pi, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa praktikum terpadu merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami keterkaitan antara komponen biotik dan abiotik di ekosistem perairan.
Pantai Sakera dipilih sebagai lokasi praktikum karena memiliki karakteristik ekosistem pesisir yang beragam dan representatif untuk mendukung berbagai kebutuhan pengamatan lapangan. Kondisi tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam melakukan pengumpulan data serta analisis lingkungan perairan.
Selain mendukung capaian pembelajaran mata kuliah, kegiatan praktikum terpadu juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kemampuan kerja sama tim, komunikasi ilmiah, dan pemecahan masalah di lapangan. Mahasiswa dituntut untuk bekerja secara kolaboratif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan pengambilan data hingga penyusunan laporan hasil praktikum.
Kontribusi terhadap SDGs
Pelaksanaan praktikum terpadu ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya:
- Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) – melalui pembelajaran yang relevan dan aplikatif
- Tujuan 14 (Ekosistem Lautan) – peningkatan pemahaman konservasi sumber daya laut
- Tujuan 15 (Ekosistem Daratan) – pelestarian keanekaragaman hayati pesisir
Dukungan terhadap IKU Perguruan Tinggi
- IKU 2 – Mahasiswa mendapatkan pengalaman di luar kampus
- IKU 7 – Kelas yang kolaboratif dan partisipatif
Melalui pelaksanaan Praktikum Terpadu ini, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FIKP UMRAH terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan memiliki kemampuan analisis yang kuat dalam pengelolaan sumberdaya perairan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus mendukung implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang sejalan dengan semangat pendidikan tinggi berdampak dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang kelautan dan perikanan.







