
Sabtu pagi, 25 Oktober 2025, udara di Kampus UMRAH Dompak terasa berbeda. Di Galeri Tamadun Maritim Gedung A Satu Gurindam, ratusan pasang mata tertuju pada panggung utama. Di sana, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) membuka lembaran baru dalam perjalanan konservasi dengan menggelar Coastal Conservation Expo (CCE) ke-2.
Acara dimulai dengan penuh khidmat. Lagu Indonesia Raya berkumandang, doa dipanjatkan, lalu sambutan hangat dari Koordinator Program Studi MSP, Chandra Joei Koerniawan, S.Pi., M.Si.. Tak lama kemudian, Dekan FIKP UMRAH, Dr. Dony Apdillah, S.Pi., M.Si., resmi membuka kegiatan. Tepuk tangan bergema, menandai semangat baru untuk menjaga pesisir dan perairan.


Sambutan oleh Koorprodi MSP dan Pembukaan oleh Dekan FIKP
Namun CCE bukan sekadar seremonial. Di balik panggung, ada cerita kolaborasi yang nyata. Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara FIKP UMRAH dan Mangrove Bintan Lestari Conservation menjadi simbol komitmen bersama. Sementara itu, para juri dari berbagai latar belakang—pemerintah, swasta, hingga komunitas internasional—bersiap menilai gagasan terbaik generasi muda.
Sejak pukul 08.40, para finalis tampil satu per satu. Dengan waktu 15 menit, mereka mempresentasikan ide, riset, dan solusi untuk konservasi pesisir. Ada yang berbicara tentang mangrove, ada yang menyoroti sampah laut, ada pula yang menawarkan inovasi teknologi sederhana. Diskusi berlangsung hangat, dimoderatori oleh Roseline, dengan juri yang kritis namun penuh apresiasi.


Penandatangan Perjanjian Kerjasama antara MSP (Koordinator Prodi), FIKP UMRAH (Dekan FIKP) dengan Mangrove Bintan Lestari Conservation
Di luar ruang presentasi, pengunjung diajak menyusuri expo pameran konservasi. Poster, karya tulis, hingga instalasi sederhana menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap laut bisa diwujudkan dalam berbagai bentuk kreatif.

Dekan FIKP, Ketua dan Sekretaris Jurusan Managemen Perikanan, serta dewan juri CCE
Siang hari, setelah ISHOMA, semangat konservasi tidak berhenti di ruang diskusi. Peserta bergeser ke halaman Gedung A Satu Gurindam untuk melakukan penanaman pohon. Dipimpin oleh HIMA MSP, aksi ini menjadi simbol nyata: bahwa konservasi bukan hanya ide, tapi juga tindakan.
Menjelang sore, tibalah saat yang ditunggu: pengumuman pemenang lomba. Sorak-sorai memenuhi ruangan ketika nama-nama sekolah disebut. SMAN 1 Lingga Utara mendominasi dengan meraih juara umum, sementara sekolah lain dari Batam, Tanjungpinang, hingga Lingga turut membawa pulang penghargaan di berbagai kategori—esai, gagasan, presentasi, poster, hingga karya orisinal.






Ketika acara ditutup pukul 16.00 WIB, yang tersisa bukan hanya daftar pemenang. Ada rasa bangga, ada semangat baru, dan ada keyakinan bahwa generasi muda mampu menjadi garda depan dalam menjaga pesisir dan laut. Coastal Conservation Expo bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang kolaborasi, pembelajaran, dan inspirasi.
Berikut daftar pemenang Coastal Conservation Expo (CCE) 2025:
🏆 Esai Terbaik : 1. SMAN 1 Lingga Utara; 2. MAN 1 Batam (Putri); 3. MAN 1 Batam (Putra)
💡 Gagasan Terbaik : 1. SMAN 1 Lingga Utara; 2. MAN 1 Batam (Putri); 3. MAN Tanjungpinang
🗣️ Presentasi Terbaik : 1. SMAN 1 Lingga Utara; 2. MAN 1 Batam (Putri); 3. SMAN 1 Tanjungpinang
🎨 Poster Terbaik : 1. SMAN 1 Lingga Utara; 2. MAN 1 Batam (Putri); 3. MAN 1 Batam (Putra)
🌱 Karya Paling Orisinal : 1. SMAN 2 Tanjungpinang; 2. SMA IT As-Sakinah; 3. MAN 1 Batam (Putra)
🥇 Juara Umum : 1. SMAN 1 Lingga Utara; 2. MAN 1 Batam (Putri); 3. MAN 1 Batam (Putra)
Di hari itu, UMRAH kembali membuktikan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat gerakan untuk masa depan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
