
TANJUNGPINANG – Di balik semangat muda dan rasa ingin tahu yang besar, lahirlah sebuah prestasi membanggakan dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Lima mahasiswa Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), berhasil menorehkan nama kampus mereka di tingkat nasional lewat ajang Program Kreativitas Mahasiswa Artikel Ilmiah (PKM-AI) 2025.
Mereka adalah Dwita (Ketua Tim), Luthvi Nurwulandari, Ismi Dwi Y, Anisa Dewi Adani, dan Farhan Bagus Rivaldy. Dengan bimbingan dosen Tri Apriadi, S.Pi., M.Si., tim ini menulis artikel berjudul: “Pendugaan Kualitas Perairan Pulau Dendun Kabupaten Bintan Melalui Indeks Saprobik Fitoplankton.”
Kisah mereka bermula pada Mei 2024, ketika tim turun langsung ke Pulau Dendun, Kabupaten Bintan. Di sana, mereka menyelami realitas perairan yang sehari-hari bersinggungan dengan aktivitas domestik dan budidaya ikan melalui Keramba Jaring Apung (KJA). Dengan tekun, mereka mengamati fitoplankton—organisme mikroskopis yang ternyata punya peran besar sebagai bioindikator kualitas lingkungan.
Hasil riset itu kemudian mereka tuangkan dalam bentuk artikel ilmiah yang diunggah ke Simbelmawa pada 1 Juni 2024. Perjalanan panjang penuh diskusi, revisi, dan kerja tim akhirnya berbuah manis ketika pada 30 Juli 2025, nama mereka diumumkan sebagai penerima insentif nasional.
Bagi Dwita dan kawan-kawan, pencapaian ini bukan sekadar penghargaan. Lebih dari itu, mereka ingin penelitian ini menjadi rujukan nyata bagi pemerintah maupun masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.
“Kami percaya, meskipun masih mahasiswa, data yang kami kumpulkan bisa memberi manfaat besar jika dikembangkan lebih lanjut,” ujar Dwita dengan penuh keyakinan.
Ia juga menekankan bahwa PKM bukan hanya kompetisi, melainkan wadah untuk melatih mahasiswa berpikir kritis, kreatif, dan terstruktur. Harapannya, semakin banyak mahasiswa FIKP yang berani mencoba dan berpartisipasi di tahun-tahun mendatang.
Keberhasilan tim MSP UMRAH ini menjadi bukti bahwa mahasiswa bisa lebih dari sekadar belajar di kelas. Mereka mampu menghadirkan solusi ilmiah untuk tantangan lingkungan, sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda punya peran penting dalam menjaga keberlanjutan pesisir dan laut Indonesia.

