Webinar Blue Carbon Series ke-1 UMRAH Bahas Potensi Karbon Biru sebagai Solusi Perubahan Iklim Global
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP), Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) sukses menyelenggarakan Webinar Blue Carbon Series ke-1 bertajuk “Menyelami Potensi Karbon Biru: Benteng Alami Pesisir untuk Iklim Global” pada Kamis, 30 Juli 2026 secara daring melalui platform Zoom.
Kegiatan yang menjadi pembuka rangkaian Webinar Blue Carbon ini diikuti oleh 97 peserta yang berasal dari kalangan dosen, mahasiswa, peneliti, serta pemerhati lingkungan pesisir. Tingginya partisipasi menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap isu karbon biru yang kini menjadi salah satu topik penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat nasional maupun internasional.
Acara diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Dekan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UMRAH, Dr. Dony Apdillah, S.Pi., M.Si., pembacaan doa, serta sesi foto bersama sebelum memasuki pemaparan materi utama.
Karbon Biru dan Peran Strategis Ekosistem Pesisir
Pada sesi utama, Prof. Madya Dr. Mohammad Rozaimi Bin Jamaludin dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) memaparkan materi mengenai potensi blue carbon atau karbon biru sebagai salah satu solusi alami dalam mitigasi perubahan iklim.
Dalam paparannya, beliau menjelaskan pentingnya ekosistem pesisir seperti mangrove, padang lamun, dan rawa pasang surut sebagai penyerap karbon yang sangat efektif. Selain mampu menyimpan karbon dalam jumlah besar, ekosistem tersebut juga berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi kawasan pesisir sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan laut dan pesisir.
âEkosistem pesisir memiliki peran ganda, yaitu sebagai pelindung alami kawasan pantai sekaligus sebagai penyerap karbon yang sangat efektif dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim global.â
Diskusi Interaktif dan Pertukaran Gagasan
Sesi diskusi yang dipandu oleh Dr. Wahyu Muzammil, S.Pi., M.Si. berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Berbagai pertanyaan kritis serta perspektif akademik mewarnai sesi tanya jawab, menunjukkan tingginya perhatian peserta terhadap isu karbon biru dan pengelolaan ekosistem pesisir.
Tercatat tiga penanya aktif turut berpartisipasi dalam diskusi, yaitu perwakilan dari Dosen Biologi Universitas Internasional Batam (UIB), Dosen Pendidikan Kimia Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMRAH.
Beragam pertanyaan yang diajukan memperkaya pembahasan, mulai dari aspek penelitian, implementasi pengelolaan karbon biru, hingga peluang kolaborasi lintas disiplin dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Mendorong Kolaborasi untuk Pembangunan Berkelanjutan
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, baik selama pemaparan materi maupun sesi diskusi. Hal ini menjadi indikator bahwa isu karbon biru semakin mendapat perhatian sebagai salah satu pendekatan strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada peserta webinar.
Melalui penyelenggaraan Webinar Blue Carbon Series ke-1, Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan FIKP UMRAH berharap dapat menjadi wadah pertukaran ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, peneliti, dan praktisi dalam mengembangkan riset serta inovasi pengelolaan karbon biru.
Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).




