KaProdi PSP Universitas Jambi, isi kuliah dosen tamu di MSP UMRAH, bahas terkait alat tangkap berbahaya

0
448
Pemaparan materi kuliah bertajuk dampak penggunaan alat tangkap pukat hela di FIKP UMRAH, Senin (5/12/2022)

Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan (MSP) Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji menggelar kuliah dosen tamu bertajuk “Dampak Penggunaan Alat Tangkap Pukat Hela”, Senin 5 Desember 2022.

Kegiatan kuliah dosen tamu tersebut dilaksanakan secara tatap muka pada Senin, 5 Desember 2022 dari pukul 11.30 hingga 12.30 WIB bertempat di Ruang 6 Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji yang dihadiri oleh Ketua Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan (PSP) Universitas Jambi, Lisna,S.Pi.,M.Si. sebagai narasumber.

Sekretaris Jurusan MSP UMRAH, Tri Apriadi, S.Pi., M.Si. menyambut baik kuliah dosen tamu ini sebagai kegiatan akademik yang dapat menambah wawasan mahasiswa terkait dampak penggunaan alat tangkap terhadap lingkungan. Dengan menyesuaikan bidang mahasiswa, kegiatan ini mengangkat tema Dampak penggunaan alat tangkap pukat hela yang berdampak buruk bagi lingkungan. “Kegiatan ini merupakan bentuk kunjungan kerjasama dari Universitas Jambi melalui agenda Lecturer Mobility” ungkap Tri Apriadi.S.Pi., M.Si. dalam kata sambutannya

“Alat tangkap pukat hela ini merupakan alat tangkap yang berbahaya bagi lingkungan,bahkan juga dapat merusak biota laut yang ada di sekitarnya sehingga juga akan berdampak pada penurunan pendapatan nelayan” ungkap Lisna saat membuka kuliah dosen tamu, Senin (5/12/2022). Pemateri yang hadir dalam kuliah dosen tamu ini memiliki bidang keahlian alat tangkap ikan dan sudah banyak melakukan kajian (riset), pengabdian, hingga penerbitan beberapa jurnal ilmiah.

Lebih lanjut, Lisna, S.Pi., M.Si. menyampaikan bahwa salah satu biota perairan yang terancam akan penggunaan alat tangkap pukat hela ini adalah udang mantis (Harpiosquilla raphidea) karena kondisi habitatnya yang dapat rusak diakibatkan oleh sapuan alat tangkap pukat hela. Pada kesempatan ini Lisna, S.Pi., M.Si. juga memaparkan terkait WPP di Indonesia dan juga contohnya.

Terakhir, pada kegiatan kuliah umum ini Lisna.S.Pi., M.Si. menyayangkan akan konflik sosial yang terjadi dimana masih ada nelayan yang kurang kesadarannya akan penggunaan alat tangkap pukat hela yang justru dapat merusak lingkungan, biota, dan bahkan bisa berdampak pada jumlah hasil tangkapan nelayan pada masa mendatang.

Previous articleMahasiswi MSP FIKP UMRAH Wakili Kepri jadi Duta Maritim Indonesia 2022
Next articleMahasiswa MSP UMRAH Raih Beasiswa dari Biorock Indonesia